counter free hit unique web
Sumut

Wisata Tangkahan Langkat Sumatera Utara, The Hidden Paradise of Sumatera

Wisata Tangkahan Langkat Sumatera Utara, The Hidden Paradise of Sumatera

Wisata Tangkahan Langkat merupakan salah satu tempat wisata terkenal dan menawan di tengah hutan tropis Sumatera Utara. Karena itu, ia dikenal pula dengan julukan The Hiden Paradise in Sumatera.

Tempat wisata Tangkahan di Langkat merupakan salah satu andalan pariwisata Sumatera Utara, selain Danau Toba, Bukit Lawang dan Berastagi. Wisata Tangkahan tidak hanya dikenal oleh masyarakat Medan dan Langkat, tetapi juga oleh wisatawan manca negara, terutama Eropa dan Australia. Ketika musim liburan tiba di Eropa atau Australia dan sekitarnya, maka jangan heran, kita akan menemukan mereka berlibur di sini, sekaligus Bukit Lawang. Apa yang membuatnya begitu menarik?.

Lokasi Tangkahan Langkat Sumatera Utara

Tempat Wisata Tangkahan merupakan salah satu tempat ekowisata. Lokasi ini secara administratif berada di Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. Kawasan wisata Tangkahan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Luas areal wisata sekitar 17.000 hektar. Mungkin lokasi ini dapat dijadikan salah satu andalan wisata alam Indonesia bagian barat.

Jalan Menuju Tangkahan Langkat

Untuk ke tempat wisata Tangkahan di Langkat, wisatawan hanya dapat dicapai melalui jalur darat. Bisa dari Medan atau dari Bukit Lawang jika kebetulan anda sedang liburan di Bukit Lawang. Dapat menggunakan sepeda motor, mobil atau bus. Kebetulan, penulis pernah menggunakan semuanya.

Jika anda ingin berwisata di Medan, silahkan baca artikel tempat wisata di Medan yang harus kamu kunjungi ketika datang ke Medan.

Jalan menuju Tangkahan dari Medan dapat menggunakan sepeda motor, bus atau mobil pribadi. Dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam jika menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi. Andai menggunakan bus umum, mungkin membutuhkan waktu sekitar 5 jam karena terkadang berhenti di perjalanan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Jarak dari Medan sekitar 110 – 120 km.

Dari Medan, anda harus menempuh perjalanan sekitar 50-an km hingga tiba di Simpang Tanjung Beringin, setelah Stabat. Kemudian dari simpang ini hingga ke lokasi wisata berjarak sekitar 60-an km. Sesungguhnya, jaraknya tidak terlalu jauh. Tetapi, karena jalan dari Simpang Tanjung Beringin hingga lokasi wisata, sebagian masih jelek. Inilah yang membuat lama perjalanan. Bahkan, kalau hujan deras, jalan di desa (pemukiman) terdekat yaitu Namo Sialang bisa saja banjir. Akibatnya, kendaraan tidak bisa melintas. Namun, banjir ini biasanya cepat surut.

( Baca Juga : Wisata Alam Bagian Barat Indonesia Yang Terkenal )

Dari terminal Pinang Baris, Medan, hanya ada 2 bus yang berangkat setiap hari yaitu sekitar pukul 10.00 dan 01.00. Ongkosnya 15.000 per orang. Sementara bus menuju Medan, biasanya berangkat dari sana sekitar pukul 7.30 dan 2.30.

Sedangkan kalau dari Bukit Lawang, wisatawan hanya bisa menggunakan sepeda motor atau mobil offroad karena jalannya berkerikil dan kadang licin berlumpur. Jalan ini sebagiannya melewati jalan perkebunan PTPN 4. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 2 hingga 3 jam. Tidak ada mobil umum. Hanya tersedia mobil rental, itupun harus dicari terlebih dahulu. Para pemandu biasanya tahu siapa yang menyewakan mobil ke sana. Harga sekitar 1 juta.

Penginapan di Tangkahan Langkat Sumatera Utara

Terdapat 5 penginapan di tempat wisata Tangkahan yaitu Jungle Lodge, Bambu River, Linea, Mega Inn dan Green Lodge. Green Lodge berlokasi di di komplek CRU (Conservation Response Unit). Sedangkan empat penginapan di Tangkahan lainnya berada di – dapat disebut – lokasi utama yaitu areal penginapan yang terletak setelah pintu masuk dan menyeberang getek. Tarif keempat penginapan bervariasi dan masih terjangkau, antara 100.000 hingga 300 ribuan.

Penginapan di Tangkahan seperti dikelilingi oleh aliran sungai. Kedua sungai tersebut yaitu Sungai Buluh dan Sungai Batang. Di kedua sungai inilah para wisatawan sering menghabiskan waktu bersantai untuk mandi atau sekedar duduk-duduk di pinggirnya. Airnya jernih dan dangkal sehingga mandi-mandi dapat dilakukan dengan santai, tanpa butuh tenaga khusus. Namun, jika musim hujan, air akan berubah menjadi keruh.

( Baca Juga : Tempat Wisata di Padang Yang Wajib Dikunjungi )

Kegiatan Wisata di Tangkahan Langkat

Di tempat wisata Tangkahan, Langkat, anda dapat melakukan berbagai kegiatan alam yang menantang dan menyenangkan. Pertama, atraksi gajah. Wisatawan dapat menunggangi gajah di hutan liar selama beberapa jam (terdapat berbagai paket). Selama menunggangi gajah bersama mahout (pawing gajah) di hutan, pengunjung bisa belajar mengenai hutan. Pengunjung juga dapat ikut memandikan gajah. Memandikan gajah juga dikenakan biaya.

Beberapa wisatawan pemerhati kesejahteraan satwa memang mengkritik jenis atraksi ini. Mereka menganggap atraksi ini tak ubahnya seperti sirkus yang mengeksploitasi satwa demi profit pengelola. Ditemuinya tindakan merantai Gajah ke pohon agar Gajah tidak bergerak bebas, memukul Gajah di kepalanya menggunakan gancu agar Gajah patuh, memberi makan gajah bukan dengan pakan alami, adalah beberapa kritikan yang terdengar. Hubungan antara ekowisata dan satwa terancam punah sepertinya bertolak belakang dalam hal ini. Walaupun bagi beberapa kalangan, atraksi ini menghibur dan dapat dinikmati tanpa beban.

Kedua, mandi di sungai dan menyusurinya seperti arung jeram dengan menggunakan ban (tubing). Ada warga yang menyewakannya. Anda dapat tubing hingga ke salah satu air terjun tangkahan di Sungai Salak. Salah satu air terjun Tangkahan ini memiliki lebar sekitar 5 meter, tinggi sekitar 4 meter. Memiliki kolam di bawahnya sehingga anda dapat berenang atau lompat.

Ketiga, menjelajah hutan. Untuk ini, wisatawan dapat berkomunikasi dengan pemandu. Pemandu akan menemani, memberi pengetahuan (interpretasi) tentang hutan beserta keanekaragaman hayati yang ditemui.. Jika anda hobi fotografi, patut dicoba, siapa tahu bertemu spesies unik!

( Baca Juga : Tempat Wisata Romantis di Medan dan Sumatera Utara )

Ke empat, menyepi. Ya, inilah salah satu alasan mengapa tempat ini banyak dikunjungi wisatawan asing. Dengan daya tarik lainnya, ditambah suasana sepi di tengah hutan, membuat tempat ini menjadi pas untuk “lari” dari kepenatan kehidupan kota. Bahkan, lampu terbatas pada malam hari, hingga sekitar jam 22.00 saja. Kemudian, hanya akan ditemani lampu petromaks

Sejarah Wisata Tangkahan Langkat

Lembaga Pariwisata Tangkahan adalah nama yang disepakati oleh masyarakat untuk mengelola aktifitas wisata. LPT ini seperti badan masyarakat yang diberi kewenangan untuk mengembangkan, mengatur, mengelola kegiatan wisata di sini. LPT selanjutnya membentuk CTO (Community Tour Operator) yang berfungsi mengeksekusi itu semua sehari-hari. Mulai dari penanganan karcis masuk, pemesanan untuk naik gajah, promosi, dan lain-lain. CTO ini berfungsi seperti badan pelayanan satu atap. Pembentukan LPT adalah cikal bakal berkembangnya wisata di sini.

Masyarakat di sini saat dekade 80-an hingga 90-an giat melakukan pembalakan liar kayu hutan di Taman Nasional Gunung Leuser. Kemudian, salah satu lembaga non pemerintah FFI (Flora Fauna Internasional), berinisiasi melakukan kegiatan pelestarian hutan dengan melakukan patroli hutan secara partisipatif. Untuk melengkapi kegiatan tersebut, didatangkan beberapa ekor Gajah dari Aceh sebagai “kendaraan” patroli.

Pilihan mengembangkan wisata dilakukan karena adanya potensi yang masih baik. Sebagian hutan, sungai, dapat dikembangkan untuk menjadi daya tarik wisata sebagaimana yang terdapat di Bukit Lawang. Dikarenakan terdapat patrol gajah, maka dikembangkanlah atraksi naik gajah di hutan yang kemudian menjadi ikon untuk menarik kunjungan wisatawan. Seperti juga Bukit Lawang yang terkenal karena memiliki ikon Orang Utan.

Singkat cerita, sekitar tahun 2001, masyarakat melakukan musyawarah guna menghentikan pembalakan liar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Musyawarah menyepakati perlunya dikembangkan aktifitas ekowisata di daerah ini. Kemudian, dibentuklah lembaga masyarakat untuk mengelola aktfitas ekowisata di sini.

Tempat wisata alam dengan ikon Gajah Sumatera ini cocok sebagai tempat liburan anda bersama keluarga atau teman-teman. Selain melepaskan diri dari kesibukan dan kepenatan dengan kehidupan kota, juga meningkatkan pengetahuan anda tentang alam dan hutan. Bagaimana, terarik untuk “menyepi” mencari kedamaian di The Hidden Paradise of Sumatera?

 

Di Share dan Berikan Pendapatmu 🙂

Video Medan Pilihan : Ruas Tol Medan-Binjai Seksi 3 yang Sedang Dibangun

Berita Seputar Medan

1. Pantai Lumban Bulbul Balige, Pantai di Pinggiran Danau Toba
2. Begal Medan Ini Tewas, Kepalanya Remuk dipukuli Warga Jalan Veteran Medan
3. 5 Sudut Terbaik Melihat Pemandangan Danau Toba, Traveler Sumut Wajib Kesini Ya..
4. Ini Dia Dstinasi Wisata Favorit di Sumatera Utara
5. TB Silalahi Centre, Bangunan Megah di Pinggiran Danau Toba

Berita Trending Pilihan

Loading...

Leave a Comment

  • Partner links

  • error: Jangan Sembarang Klik Bos..!!!