counter free hit unique web
Nasional

Polda Sumut Mulai Penyelidikan Kasus Dugaan Penghinaan Terhadap Jokowi dan Suku Batak

penghinaan presiden jokowi

Penyelidikan dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan suku Batak yang diduga dilakukan pemilik akun Facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa, dimulai Polda Sumut, Jumat (26/8/2016).

Penyelidikan kasus ini dimulai dengan pemeriksaan pelapor, Lamsiang Sitompul, serta seorang saksi, Lasman Johansen, mulai pukul 10.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB oleh penyidik Subdit II/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Sumut.

Selama pemeriksaan, keduanya didampingi Relawan Jokowi dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), juga didampingi tiga penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia Cabang Medan.

“Ada 12 pertanyaan yang ditanya penyidik kepada kami, antara lain apakah mengenal pemilik akun Facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani. Saya jawab tidak kenal,” kata Lamsiang kepada wartawan usai pemeriksaan.

Lamsiang mengatakan, penyidik juga menayakan kapan pertama kali ia melihat pemilik kedua akun Facebook itu mengunggah foto-foto Presiden Jokowi saat berkunjung ke Danau Toba. “Penyidik juga menanyakan pendapat saya tentang tulisan dan foto-foto Jokowi yang diunggah akun facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa,” sebutnya.

Menurutnya, penyidik juga menayakan kerugian moril yang dirasakan Lamsiang Sitompul sebagai suku Batak. “Saya jawab, sebagai Suku Batak saya merasa dipermalukan, diremehkan, direndahkan, dihina harkat dan martabat serta harga diri menjadi tercemar akibat kata-kata atau tulisan kedua akun Facebook penghina Jokowi tersebut,” katanya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Lamsiang diminta penyidik untuk menyertakan surat keberatan dari kelompok masyarakat, khususnya masyarakat Batak atas isi kedua akun Faceboook tersebut. “Hingga saat ini saya mendapat dukungan dari berbagai organisasi Relawan Jokowi seperti Almisbat dan Relawan Projo,” tambahnya.

Sementara Ketua Relawan Almisbat Sumut, Sahat Simatupang, berharap Polda Sumut serius mengusut pemilik dua Facebook penghina Jokowi dan suku Batak itu. Sahat mengatakan, laporan Lamsiang adalah momentum untuk penegakan hukum kepada orang-orang yang suka menghina.

“Bukan karena Jokowi Presiden. Almisbat berharap siapa pun yang menghina dan merendahkan martabat orang melalui tulisan atau ucapan bisa dihukum,” kata anggota kelompok Pakar Badan Pelaksana Kaldera Danau Toba ini.

Di Share dan Berikan Pendapatmu 🙂

Video Medan Pilihan : Begal Medan Ini Minta Ampun Dan Sujud Sama Warga, Hampir Saja Babak Belur Bro

Berita Seputar Medan

1. Kolam Renang Cemara Asri Medan
2. Burger Coffe Medan, Cafe Untuk Semua Kalangan Kota Medan
3. Begal Medan Ini Tewas Kepalanya Remuk di Pukuli Warga Jalan Veteran Medan
4. Edan, Seminggu Pacaran Siswi SD Ini Main di Kamar
5. Proyek Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Terkendala Pembebasan Lahan

Berita Trending Pilihan

Loading...

Leave a Comment

error: Jangan Sembarang Klik Bos..!!!