counter free hit unique web
Medan

Polda Sumut Terkesan Berbelit-Belit Tangani Kasus Malpraktik RS Colombia Asia Medan

Polda Sumut Terkesan Berbelit-Belit Tangani Kasus Malpraktik RS Colombia Asia Medan

Polda Sumut terkesan berbelit-belit dalam menangani kasus dugaan malpraktik Rumah Sakit (RS) Colombia Asia, Medan.

Hal itu dibuktikan dari keterangan yang kerap berubah-ubah terkait perkembangan kasus tersebut. Awalnya, Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Robin Simatupang, menyatakan sejauh ini pihaknya masih memeriksa 6 saksi dalam kasus ini.

“Masih 6 saksi yang kita periksa, dari RS Colombia sama RS Siloam. Ini masih penyelidikan,” tuturnya kepada wartawan, Sabtu (24/9)

Ditanya soal sudahkah dr Mahyono, Ketua Tim Bedah RS Colombia Asia diperiksa, Robin mengaku sampai sekarang yang bersangkutan belum diperiksa.

Selain itu, siapa-siapa lagi yang akan diperiksa dan kapan akan dilakukan gelar perkara serta siapa yang akan jadi tersangka, Robin belum bisa memberikan keterangan lebih detil.

“Yang pasti masih penyelidikan dan pemeriksaan,” terangnya.

Keterangan Robin berbanding terbalik dengan keterangan yang diberikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting. Rina menjelaskan, sejauh ini sudah ada 7 orang saksi yang diperiksa terkait kasus malaprkatik tersebut. Ketujuh orang itu, dari pihak RS Colombia Asia dan RS Siloam.

Selain itu, Rina menegaskan Subdit IV/Tipidter akan kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara marathon, mulai Senin (26/9) sampai Kamis (29/9) pekan depan.

“Sudah 7 orang yang diperiksa, termasuk dr Mahyono. Beliau diperiksa Senin (19/9) kemarin. Mulai Senin nanti, sampai Kamis ada pemeriksaan lanjutan. Sekitar 4 orang. Itu perawat instrumen, sirkuler, anestesi, dokter anestesinya dari RS Colombia dan pemeriksaan lanjutan dr Mahyono. Jadi 11 oranglah yang diperiksa,” bebernya.

Setelah pemeriksaan ke-11 saksi itu, lanjut mantan Kapolres Binjai tersebut, baru akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli. “Saksi ahli itu terakhir, barulah gelar perkara,” katanya lagi. Diberitakan sebelumnya, Penyidik Subdit IV/Tipiter Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, memeriksa dr Mahyono sebagai tim dokter RS Columbia yang telah mengoperasi korban, Ferdinan (1,7) tahun.

Selanjutnya, penyidik akan memanggil saksi lainnya dari pihak rumah sakit bertaraf internasional di Jalan Listrik, Medan tersebut.

Dalam penanganan RS Siloam, diketahui terdapat kain kasa di perut korban. Sebab itu orang tua melapor ke Polda Sumut dengan bukti laporan No.STTLP/1016/VIII/2016/SPKT”II” tanggal 8 Agustus 2016 dalam sangkaan melakukan malapraktik.

Penyidik menerapkan Pasal 79 huruf c junto Pasal 51 huruf a UU RI No.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, junto Pasal 20 ayat 1 huruf a s/d huruf i Permenkes RI No.2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran.

Di Share dan Berikan Pendapatmu 🙂

Video Medan Pilihan : Waspada, Maling Motor Medan Ini Butuh 20 Detik Untuk Larikan Motor yang Dicurinya

Berita Seputar Medan

1. Yuk Mengunjungi Keindahan Tersembunyi di Air Terjun tarak ni Onggang Simalungung
2. 8 Cafe Romantis di Medan, Tempat Nongkrong Asyik Bersama Pasangan
3. Panglima Begal Medan Ini Terkapar ditembak Timsus Reskrim Polsek Medan Baru
4. Danau Sidihoni, Danau Diatas Danau di Pulau Samosir
5. PK Dikabulkan MA, PT KAI Dipersilahkan Hancurkan Banguna Centre Point Medan

Berita Trending Pilihan

Loading...

Leave a Comment

error: Jangan Sembarang Klik Bos..!!!