counter free hit unique web
Medan

Inilah Rumah Pengasingan Soekarno Yang Berada di Parapat

rumah pengasingan soekarno di parapat

Kota Parapat, Kota ini merupakan salah satu tujuan pariwisata yang berada di Sumatera Utara, bahkan eksotika kota ini pun telah terkenal hingga ke mancanegara. Kota di tepian Danau Toba ini menjadi saksi bisu sejarah bangsa Indonesia, dikota ini Pada akhir tahun 1948 Presiden RI ke 1 Ir. Soekarno pernah diasingkan di pesanggrahan milik perkebunan belanda. Pemerintah Belanda mengasingkan Presiden Sukarno, Haji Agus Salim dan Sjahrir ke kota Parapat selama kurang lebih dua bulan.

Dari rumah pengasingan Soekarno ini bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba. Rumah berlantai 2 yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar.

Konon, rumah ini bekas vila para mandor perkebunan Belanda. Di tahun 1949, rumah tersebut menjadi saksi getirnya perjuangan para pemimpin Republik.

Bukti keberadaan Bung karno terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau dan beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.

Presiden Soekarno dan H. Agus Salim, Tahun 1948 © Island SAMOSIR & Lake TOBA – FotoBook

Pada akhir Desember 1949, tiga pemimpin Republik Indonesia, yakni Bung Karno, Sjahrir, dan Haji Agus Salim, di buang Sumatera Utara. Awalnya mereka ditempatkan di Brastagi. Namun tak lama kemudian, ketiganya dipindahkan ke Parapat.

Di Parapat ketiga pemimpin Republik itu menempati rumah bekas tempat peristirahatan orang-orang Belanda. “Rumahnya sangat indah dan cantik,” kata Bung Karno. Rumah itu terletak di ketinggian dan langsung menghadap ke danau Toba. “Sangat indah pemandangan itu,” kenang Bung Karno dalam buku otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Di rumah itulah Bung Karno menghabiskan hari-harinya. Sebagai orang tawanan, Bung Karno tidak bebas. Kabar tentang keberadaannya di Parapat ditutup rapat. Dengan begitu, rakyat Indonesia di Parapat tidak begitu mengetahuinya.

Yang menarik, seperti diceritakan Bung Karno sendiri dalam otobiografinya, kendati berada di bawah pengawasan yang ketat dari tentara Belanda, Bung Karno tetap berupaya membangun komunikasi dengan dunia luar.

Sofa di rumah pengasingan Bung Karno di Parapat.

Wisma pesanggrahan ini memang cukup menarik perhatian bagi yang berkunjung ke kota ini, sebab bangunan ini mengadopsi arsitektur bangunan bergaya klasik yang sering digunakan oleh masyarakat di negara-negara Eropa pada awal abad ke 19, dalam sebuah seni arsitektur disebut dengan nama indische architectur yang cukup populer masa itu.

Pemandangan di sekitar rumah pengasingan ini pun sangat menarik, sejauh mata memandang terlihat perairan. anau Toba yang luas membentang dan tampak begitu jernih dikelilingi oleh perbukitan yang tampak berwarna hijau kebiruan dan Pulau Samosir juga terlihat di kejauhan.

Sesekali melintas perahu masyarakat, speedboat atau kapal penumpang yang melintas menuju Pulau Samosir. Panorama pemandangan di wisma pesanggrahan Soekarno tersebut telah memberikan nilai tambah tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ketempat bersejarah ini.

Di Share dan Berikan Pendapatmu 🙂

Video Medan Pilihan : Ada Yang Kenal Pria-Pria Ini ? Merekalah Yang Merusak Bunga Bangkai di Tanah Karo Yang Dilindungi

Berita Seputar Medan

1. Melihat Pemandangan Danau Toba dari Taman Simalem Resort
2. Burger Coffe Medan, Cafe Untuk Semua Kalangan Kota Medan
3. Panglima Begal Medan Ini Terkapar ditembak Timsus Reskrim Polsek Medan Baru
4. Sebut Pribumi Anjing, Netizen Desak Polisi Tangkap Warga Cina Yang Bernama Anton Wijaya Ini
5. PK Dikabulkan MA, PT KAI Dipersilahkan Hancurkan Banguna Centre Point Medan

Berita Trending Pilihan

Loading...

Leave a Comment

error: Jangan Sembarang Klik Bos..!!!

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com