counter free hit unique web
Medan

Guru Cantik Asal Medan Ini Kritik Wacana Pak Mendikbud. Apa Katanya ?

guru cantik asal medan

Guru cantik asal Medan ini, Ayu Ramadani (23), menyampaikan kritikan pedas terkat wacana Full Day School (FDS) untuk siswa SD dan SMP yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Menurutnya, Mendikbud harusnya merancang program dengan teliti dan baik terlebih dulu sebelum diterapkan ke sekolah. “Pak menteri kan baru saja menjabat. Masak tiba-tiba buat program yang berat untuk diterapkan di sekolah,” ujarnya seperti yang dilansir medansatu.com, Rabu (10/8/2016).

Ayu mengatakan, kondisi fisik siswa SD dan SMP masih rentan sakit jika harus diporsir seharian berada di sekolah. Terlebih, pada umur rata-rata siswa SD, mereka masih membutuhkan istirahat dan asupan makanan untuk pertumbuhan otak dan tubuh.

“Usia siswa SD dan SMP masih sangat muda. Mereka jangan dibuat stres karena belajar seharian di sekolah. Pada tahap sekolah dasar, harusnya dibuat sistem pembelajaran untuk pembentukan karakter anak. Saat ini saja, mata pelajaran yang diberikan untuk siswa sekolah dasar sudah memberatkan, apalagi nanti dibuat full day school,” jelas Ayu yang juga seorang wali kelas.

Guru swasta di sekolah Gusti Wijaya, ini menganjurkan Mendikbud agar meniru sistem pendidikan yang ada di Finlandia. Di Finlandia semua sekolah dikelola oleh pemerintah. Sedangkan untuk sistem pendidikan, sekolah tidak memberikan tugas berat untuk siswa.

Dan di sana, pemerintah Finlandia juga memberikan kurikulum pendidikan yang fleksibel dan memberikan pendidikan kepada guru agar lebih berkualitas.

“Setelah kemampuan otak siswa SD berkembang, baru diberikan pelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan bidang mereka. Dan yang bertugas untuk membentuk karakter siswa adalah guru. Harusnya, guru juga diberikan pendidikan agar berkualitas,” ujarnya.

Wanita cantik yang trelah mengajar siswa SD dari sejak kuliah ini juga mengatakan, Mendikbud harus memikirkan nasib para guru jika program “Full day school” jadi diterapkan pada sistem pendidikan di Indonesia.

“Pak Menteri, kesejahteraan guru swasta Indonesia banyak yang jauh di bawah upah minimum. Bahkan, banyak guru swasta yang nyambi kerja sebagai profesi lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Atau guru swasta juga banyak yang kejar jam pelajaran ke sekolah-sekolah lain. Apakah nasib guru swasta sudah dipikirkan dalam program itu. Kalau program full day school, guru pasti akan seharian juga di sekolah. Tolong nasib guru swasta dipikirkan pak,” ungkap Ayu.

Menurutnya, dari nama programnya yang diwacanakan Mendikbud, sudah membuat stigma menakutkan bagi siswa dan guru. Dia berharap pemerintah membuat program yang bermutu bagi pendidikan di Indonesia.

“Namanya saja sudah full day school atau sekolah sehari penuh. Sudah buat horor siswa. Bahkan orang tua siswa juga banyak yang enggak setuju. Walau pun nanti katanya akan banyak diisi program ekstrakulikuler, tapi tetap saja itu kan harus diawasi oleh guru. Nggak mungkin siswa dibiarkan tanpa guru. Ekstrakulikuler apa pun pasti akan menguras tenaga dan pikiran siswa,” pungkasnya.

Di Share dan Berikan Pendapatmu 🙂

Video Medan Pilihan : Tips Memilih Durian yang matang dan enak

Berita Seputar Medan

1. Ngaku dibegalm Kedua Pria Ini Malah Ditangkap Polisi
2. Objek Wisata Tiga Pantai Pasir Di Danau Toba Ini Makin Terkenal, Yuk Liburan Kesini
3. Melihat Pemandangan Danau Toba Dari Simalem Resort
4. Hutaginjang, Tempat Terbaik Untuk Melihat View Danau Toba
5. Bukit Tarabunga,Tempat Untik dan Asyik Melihat Danau Toba

Berita Trending Pilihan

Loading...

Leave a Comment

error: Jangan Sembarang Klik Bos..!!!